small

Program Kakak Asuh

Program kakak asuh sudah ada di Fasilkom sejak tahun 2012. Program ini berawal dari tingginya mahasiswa yang terancam drop out. Mereka terancam drop out dikarenakan memiliki masalah pada akademisnya yang bersumber dari masalah-masalah lainnya. Masalah-masalah lain seperti mahasiswa dari daerah yang kesulitan beradaptasi di lingkungan Fasilkom, masalah keluarga, finansial yang berefek pada masalah akademis. Masalah-masalah tersebut tentunya dapat diatasi pelan-pelan oleh bantuan mahasiswa yang sebaya, yang lebih memahami kondisi perkuliahan di Fasilkom. Oleh karena itu, dibuatlah program kakak asuh untuk mendampingi, mengontrol, serta memotivasi mahasiswa yang bermasalah yang biasa disebut dengan adik asuh.

Program kakak asuh ini memiliki beberapa tujuan, yaitu

  • Mendampingi kegiatan belajar mahasiswa
  • Memberikan/ mencarikan/ mendiskusikan pola belajar yang efektif
  • Mengontrol kegiatan belajar mahasiswa
  • Memberikan semangat & motivasi mahasiswa secara akademis
  • Mendidik kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab mahasiswa.

Dari tujuan di atas, kakak asuh hanya berperan sebagai pendamping dan pengontrol dalam kegiatan belajar adik asuh serta pemberi motivasi bagi adik asuh yang membutuhkan. Kakak asuh mendampingi adik asuh saat pertemuan belajar dilaksanakan, yaitu kakak asuh memberi tahu atau menularkan bagaimana ia dahulu menghadapi perkuliahan di Fasilkom. Kakak asuh memberikan cara belajar di Fasilkom, mendiskusikan cara belajar yang sesuai dengan adik asuh, menemani adik asuh untuk bertanya ke asisten dosen dll. Kakak asuh juga bisa berbagi ilmunya tentang matakuliah yang dipahaminya.

Banyak kasus dimana adik asuh kurang aware dengan nilai-nilai tugas atau ujian yang dia dapat. Selain itu, banyak juga adik asuh yang malas-malasan untuk berangkat kuliah karena mereka berasumsi berangkat ataupun tidak sama saja. Oleh karena itu, kakak asuh juga bertugas untuk mengontrol kegiatan belajar adik asuhnya. Kakak asuh wajib menanyakan nilai-nilai tugas, tutorial, dan ujian adik asuh. Kakak asuh juga bertugas mengingatkan adik asuh untuk mengerjakan tugas, tutorial, serta menyadarkan adik asuh agar peduli dengan akademisnya.

Melalui program kakak asuh, harapannya mahasiswa atau adik asuh menjadi lebih mandiri. Mereka menjadi lebih aware  dengan kondisi akademis mereka. Selain itu, diharapkan melalui program ini mereka terbantu dalam menggali dan menyelesaikan permasalahan (hambatan) yang dimiliki, sehingga selanjutnya bisa menyelesaikan masalah dengan lebih mandiri.

Melihat peran kakak asuh, mereka bukanlah guru les privat yang dapat mengajarkan segala-galanya ke adik asuh. Mereka hanya mengarahkan adik asuh agar mandiri dan aware dengan akademisnya dan berbagi ilmu sebatas yang mereka mampu. Dengan begitu, kesuksesan program ini tidak hanya dari keaktifan kakak asuh tetapi juga kepedulian dan keaktifan adik asuh. Harapannya, melalui program ini, adik asuh menjadi lebih aware dengan persoalan akademisnya dan menjadi lebih mandiri mengikuti perkuliahan di fasilkom pada semester-semester berikutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *